Magelang,
kota sejuta bunga yang amat sejuk dengan berbagai macam tanaman di sepanjang
jalan dan berbagai keunikan yang menyelimuti kota tersebut. Suasana di
kota Magelang memang sudah tidak sesunyi dahulu. Kota magelang menjadi kota transit
penghantar ke kota kota besar. Banyak kendaraan memadati jalan. Motor, mobil,
trek, bus. Hiruk pikuk suara klakson yang saling bersautan membuat polusi
suara. Seiring perkembangan zaman membuat suara klakson semakin berkembang,
semakin bervariasi dari bunyi tin-tin, tot-tot sampai telolet yang kini sedang
menjadi tren di Indonesia. Setiap sore banyak anak-anak kecil di pinggir jalan
yang membawa kardus berkas betuliskan “Om telolet om”. Telolet
om memang menjadi istilah yang sangat trend sekarang yang tujuannya hanya untuk
mencari hiburan saja, yang lagi patah hati telolet om aja!! Pasti bakalan
terhibur.
Tidak hanya itu istilah Om
Telolet Om juga banyak dijadikan single bagi para artis, terutama bagi
artis dangdut.
Sore hari setelah mandi,
Didin terburu-buru pergi untuk menepati janji dengan teman-temannya. Sri pembantu
rumah Didin yang sedang mengepel lantai rumah hanya terbengong melihat
tingkahnya
“Mas, meh nandi? Kok
lungo terus, dukani ibuk mengko” kata Sri yang sedikit kesal.
“Aku meh nang dalan golek
telolet, mbak” jawab Didin sambil lari ke luar rumah lengkap membawa kardus
berkas bertuliskan “Om telolet om”. Didin berlari menemui teman-temannya
Sore itu ibunya pulang
dari kantor. Ibunya mendapati rumah yang sudah rapi dibersihkan Sri seorang
diri. Tetapi ibu tidak melihat Didin
“Sri, Didin ke mana,
sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya? “ tanya Bu Janah.
“Mas Didin pergi bersama
teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.
“O alah, Din, Telolet ki
panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat.
Timbang golek telolet” ujar Bu Janah
“Telolet itu yang sedang heboh sekarang ini, Bu. Jadi, awalnya Telolet
itu berasal dari daerah Pantura sana, anak-anak disana selalu meminta kepada
supir-supir bus yang lewat untuk membunyikan klaksonnya yang berbunyi Telolet,”
jelas Sri
Tak lama berselang, Didin pun pulang
“Dari mana saja kamu le, main sampai larut magrib gini,” tanya Bu Janah
“Dari cari telolet bu, di pinggir jalan sama teman-teman tadi.” Jawab
Didin
“Oalahh Din, ibu
khawatir kalau larut sore begini kamu belum pulang, apalagi kamu bermain dari
pagi. Kalau bermain itu sebaiknya tahu waktu. Kamu juga bermain Telolet itu
boleh-boleh saja tapi jangan berlebihan” ucap
Bu Janah
“Iya Bu, lain kali saya
tidak akan main hingga larut sore bu,” jawab Didin
Kemudian Didin langsung bergegas mandi dan segera menuju ke masjid sebab
adzan maghrib akan segera berkumandang. Begitulah anak-anak zaman sekarang yang sering bermain hingga lupa waktu