Kamis, 02 Februari 2017

Telolet om

Magelang, kota sejuta bunga yang amat sejuk dengan berbagai macam tanaman di sepanjang jalan dan berbagai keunikan yang menyelimuti kota tersebut. Suasana di kota Magelang memang sudah tidak sesunyi dahulu. Kota magelang menjadi kota transit penghantar ke kota kota besar. Banyak kendaraan memadati jalan. Motor, mobil, trek, bus. Hiruk pikuk suara klakson yang saling bersautan membuat polusi suara. Seiring perkembangan zaman membuat suara klakson semakin berkembang, semakin bervariasi dari bunyi tin-tin, tot-tot sampai telolet yang kini sedang menjadi tren di Indonesia. Setiap sore banyak anak-anak kecil di pinggir jalan yang membawa kardus berkas betuliskan “Om telolet om”. Telolet om memang menjadi istilah yang sangat trend sekarang yang tujuannya hanya untuk mencari hiburan saja, yang lagi patah hati telolet om aja!! Pasti bakalan terhibur.
Tidak hanya itu istilah Om Telolet Om juga banyak dijadikan single bagi para artis,  terutama bagi artis dangdut.
Sore hari setelah mandi, Didin terburu-buru pergi untuk menepati janji dengan teman-temannya. Sri pembantu rumah Didin yang sedang mengepel lantai rumah hanya terbengong melihat tingkahnya
 “Mas, meh nandi? Kok lungo terus, dukani ibuk mengko” kata Sri yang sedikit kesal.
“Aku meh nang dalan golek telolet, mbak” jawab Didin sambil lari ke luar rumah lengkap membawa kardus berkas bertuliskan “Om telolet om”. Didin berlari menemui teman-temannya
Sore itu ibunya pulang dari kantor. Ibunya mendapati rumah yang sudah rapi dibersihkan Sri seorang diri. Tetapi ibu tidak melihat Didin
“Sri, Didin ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya? “ tanya Bu Janah.
“Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.
“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat. Timbang golek telolet” ujar Bu Janah
“Telolet itu yang sedang heboh sekarang ini, Bu. Jadi, awalnya Telolet itu berasal dari daerah Pantura sana, anak-anak disana selalu meminta kepada supir-supir bus yang lewat untuk membunyikan klaksonnya yang berbunyi Telolet,” jelas Sri
Tak lama berselang, Didin pun pulang
“Dari mana saja kamu le, main sampai larut magrib gini,” tanya Bu Janah
“Dari cari telolet bu, di pinggir jalan sama teman-teman tadi.” Jawab Didin
“Oalahh Din, ibu khawatir kalau larut sore begini kamu belum pulang, apalagi kamu bermain dari pagi. Kalau bermain itu sebaiknya tahu waktu. Kamu juga bermain Telolet itu boleh-boleh saja tapi jangan berlebihan” ucap Bu Janah
“Iya Bu, lain kali saya tidak akan main hingga larut sore bu,” jawab Didin
Kemudian Didin langsung bergegas mandi dan segera menuju ke masjid sebab adzan maghrib akan segera berkumandang. Begitulah anak-anak zaman sekarang yang sering bermain hingga lupa waktu